personal blog tinjauan proses kreativitas berkarya seni lukis wayan danu

Thursday, December 12, 2019

Persembahan Tawur Kesanga

persembahan-tawur-kesanga

Jumpa lagi para sobat seni dalam blog Wayan Danu yang senantisa berusaha selalu update dengan menampilkan karya-karya seni lukis yang  siap untuk di ulas. Dalam kesempatan ini saya tampilkan sebuah karya dengan kategori 3 dimensional yang berjudul "Persembahan Tawur Kesanga"

Apa itu Persembahan Tawur Kesanga? pastinya sobat yang belum tahu pastilah bertanya arti dari judul tulisan ini, untuk itu saya  mencoba akan menjelaskan secara singkat makna dari ungkapan judul diatas. Persembahan tawur kesanga adalah sebuah sebuah ritual adat dari agama Hindu yang ter warisi secara turun temurun di daerah Bali merupakan tempat kelahiran saya. Setiap tahun akan selalu dirayakan yang merupakan rangkaian dari hari raya Nyepi.  dimana tawur kesanga selalu di laksanakan di setiap wilayah desa adat setempat diseluruh Bali.

Makna dari upacara atupun ritual ini adalah persembahan ataupun korban suci untuk keselamatan untuk semua para penghuni semua jagat raya ini dengan beserta isinya, semoga selamat dan sejatera dalam lindungan Tuhan /Ida Shanghyang Widhi Wasa. Dalam upacara ini biasanya warga dari setiap desa adat biasanya melakukan dengan berbagai cara menurut kebiasan  wilayahnya masing-masing. Kalau di tempat saya biasanya memotong binatang sapi sebagai yadnya/korban suci, sisa dari dagingnya dibagikan untuk semua warga yang merayakannya. Ya itu hanya cerita singkatnya  dan saya tidak  mau menulas terlalu dalam  tentang pelaksanaan tawur kesanga ntar sampai kelupaan mengulas karya seni lukisnya sendiri he he he.

Terus apa pula korelasi dengan karya ini?
Jadi hubungan antara karya dengan pengertian yang yang telah saya paparkan diatas, dimana kita sebagai bagian dari masyarakat yang yang "berkeyakinan" sudah barang tentu ada pengaruh nilai -nilai yang tertanam dan membenam sebegitu dalam pada suatu pola pemahaman yang bersifat teologis. Dan faktor tersebut pula mengalir pengaruh warna serta rasa ke dalam batin. Kerinduan juga kepasrahan pada Tuhan merupakan motif yang lebih diusung pada kelahiran/ proses penciptaan karya yang yang rada-rada bernuansa instalasi Dan mengenai catatan dari karya akan saya cantumkan dibawah ini.

Judul     : Persembahan Tawur Kesanga
Ukuran : 300cm x 95cm
Media   : Mixed Media (media campuran)
Tahun   : 2001

Alat dan bahan
Mengenai alat dan bahan pada karya ini tentunya tidak bergerak jauh dari karya yang sebelumnya yang pernah saya tampilkan pada postingan dalam blog ini. Biasanya dan selalu menjadi ciri khas dari bahan yang gunakan yakni barang/material bekas yang tak terpakai, untuk dimanfaatkan sebagai sarana ekspresi dalam wujud karya seni lukis.

Proses penciptaan
pengumpulan material sebagai sarana ekspresi tentunya tidak terlewatkan dalam hal ini, mengingat bahan-bahan yang di perlukan perlu untuk dikumpulkan entah bahan-bahan terbuat dari unsur logam,kayu, kain, tanduk sapi dan pernak-pernik yang mendukung dalam penciptaan karya ini. Perlu juga kita mengamati atupun meneliti  karakter dari sebuah unsur bahan tersebut apakah memang pantas dari segi kekuatan dan keharmonisannya bila kita campur antara satu dengan yang lainya. Bukan hanya sekedar tempel semata, maka diperlukan kecermatan dan daya imaginasi dalam membuat adonan ide dalam berkarya.

Setelah bahan-bahan  tersebut dirakit, baik dengan cara di paku ataupun dengan cara dibaut. Dilanjut dengan memberi cat dasar putih sebagai dasar warna  langkah selanjutnya pewarnaan siap dilakukan dan penambahan-penambahan unsur lain dilakukan seiring proses ini berlangsung sampai klimaknya bahwa karya ini sudah dinyatakan selasai. Sebuah karya yang berjudul "Persembahan Tawur Kesanga" siap dipajang pada dinding atau tembok ruangan.

Setelah kita lalui semua cerita diatas, atas perhatian sobat Wayan Danu yang sudi mampir saya ucapkan terimakasih, jikalau ada yang kurang jelas dalam penulisan mohan maaf dan sudilah kiranya memeri masukan dalam kolom kementar dibawah ini, selamat berkarya

Tabanan,12 Desember 2019
Wayan Danu

Related Posts

''......aku hanyalah seorang kuli seni rupa, yang mendapati diriku telah terdampar di sini, karena doyan googling untuk mencari jawaban atas nama penasaran"

0 comments:

Post a Comment

IN THE NAME OF ART

Recent Post

    Labels

    Blog Archive

    Contact Form

    Name

    Email *

    Message *

    Copyright © Wayan Danu | Powered by Blogger

    Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com