personal blog tinjauan proses kreativitas berkarya seni lukis wayan danu

Sang Hyang Asu Saketi
Read More

Sang Hyang Asu SaKeti

3-dimensional works
Babi Muda
Read More

Babi Muda

3-dimensional works
Hakikat Air
Read More

Hakikat Air

3-dimensional works
Go To The Battlefield
Read More

Go To The Battlefield

3-dimensional works
Owl
Read More

Owl

3-dimensional works
Si Boy Pulang
Read More

Si Boy Pulang

3-dimensional works

Friday, January 17, 2020

Melangkah Dalam Pekatnya Malam

melangkah-dalam-pekatnya-malam

Read More

Thursday, December 12, 2019

Persembahan Tawur Kesanga

persembahan-tawur-kesanga

Jumpa lagi para sobat seni dalam blog Wayan Danu yang senantisa berusaha selalu update dengan menampilkan karya-karya seni lukis yang  siap untuk di ulas. Dalam kesempatan ini saya tampilkan sebuah karya dengan kategori 3 dimensional yang berjudul "Persembahan Tawur Kesanga"

Apa itu Persembahan Tawur Kesanga? pastinya sobat yang belum tahu pastilah bertanya arti dari judul tulisan ini, untuk itu saya  mencoba akan menjelaskan secara singkat makna dari ungkapan judul diatas. Persembahan tawur kesanga adalah sebuah sebuah ritual adat dari agama Hindu yang ter warisi secara turun temurun di daerah Bali merupakan tempat kelahiran saya. Setiap tahun akan selalu dirayakan yang merupakan rangkaian dari hari raya Nyepi.  dimana tawur kesanga selalu di laksanakan di setiap wilayah desa adat setempat diseluruh Bali.

Makna dari upacara atupun ritual ini adalah persembahan ataupun korban suci untuk keselamatan untuk semua para penghuni semua jagat raya ini dengan beserta isinya, semoga selamat dan sejatera dalam lindungan Tuhan /Ida Shanghyang Widhi Wasa. Dalam upacara ini biasanya warga dari setiap desa adat biasanya melakukan dengan berbagai cara menurut kebiasan  wilayahnya masing-masing. Kalau di tempat saya biasanya memotong binatang sapi sebagai yadnya/korban suci, sisa dari dagingnya dibagikan untuk semua warga yang merayakannya. Ya itu hanya cerita singkatnya  dan saya tidak  mau menulas terlalu dalam  tentang pelaksanaan tawur kesanga ntar sampai kelupaan mengulas karya seni lukisnya sendiri he he he.

Terus apa pula korelasi dengan karya ini?
Jadi hubungan antara karya dengan pengertian yang yang telah saya paparkan diatas, dimana kita sebagai bagian dari masyarakat yang yang "berkeyakinan" sudah barang tentu ada pengaruh nilai -nilai yang tertanam dan membenam sebegitu dalam pada suatu pola pemahaman yang bersifat teologis. Dan faktor tersebut pula mengalir pengaruh warna serta rasa ke dalam batin. Kerinduan juga kepasrahan pada Tuhan merupakan motif yang lebih diusung pada kelahiran/ proses penciptaan karya yang yang rada-rada bernuansa instalasi Dan mengenai catatan dari karya akan saya cantumkan dibawah ini.

Judul     : Persembahan Tawur Kesanga
Ukuran : 300cm x 95cm
Bahan   : Mixed Media 
Tahun   : 2001

Alat dan bahan
Mengenai alat dan bahan pada karya ini tentunya tidak bergerak jauh dari karya yang sebelumnya yang pernah saya tampilkan pada postingan dalam blog ini. Biasanya dan selalu menjadi ciri khas dari bahan yang gunakan yakni barang/material bekas yang tak terpakai, untuk dimanfaatkan sebagai sarana ekspresi dalam wujud karya seni lukis.

Proses penciptaan
pengumpulan material sebagai sarana ekspresi tentunya tidak terlewatkan dalam hal ini, mengingat bahan-bahan yang di perlukan perlu untuk dikumpulkan entah bahan-bahan terbuat dari unsur logam,kayu, kain, tanduk sapi dan pernak-pernik yang mendukung dalam penciptaan karya ini. Perlu juga kita mengamati atupun meneliti  karakter dari sebuah unsur bahan tersebut apakah memang pantas dari segi kekuatan dan keharmonisannya bila kita campur antara satu dengan yang lainya. Bukan hanya sekedar tempel semata, maka diperlukan kecermatan dan daya imaginasi dalam membuat adonan ide dalam berkarya.

Setelah bahan-bahan  tersebut dirakit, baik dengan cara di paku ataupun dengan cara dibaut. Dilanjut dengan memberi cat dasar putih sebagai dasar warna  langkah selanjutnya pewarnaan siap dilakukan dan penambahan-penambahan unsur lain dilakukan seiring proses ini berlangsung sampai klimaknya bahwa karya ini sudah dinyatakan selasai. Sebuah karya yang berjudul "Persembahan Tawur Kesanga" siap dipajang pada dinding atau tembok ruangan.

Setelah kita lalui semua cerita diatas, atas perhatian sobat Wayan Danu yang sudi mampir saya ucapkan terimakasih, jikalau ada yang kurang jelas dalam penulisan mohan maaf dan sudilah kiranya memeri masukan dalam kolom kementar dibawah ini, selamat berkarya

Tabanan,12 Desember 2019
Wayan Danu

Read More

Sunday, September 22, 2019

Mencoba Untuk Digital

mencoba-untuk-digital

Read More

Monday, July 29, 2019

Dendam Dari Neraka Ke Tujuh

dendam-dari-neraka-ke-tujuh

Seni merupakan manefestasi dari ungkapan yang terdalam dari rasa yang yang yang tertuang dalam media  kreativitas dari sang kreatornya, untuk mengungkapkan gagasan atau ide dari pengalaman batin yang dikemas dengan nilai-nilai estetika. Ungkapan ini sebagai  pembuka dari tinjauan ataupun uraian dari karya yang satu ini.

Karya lukisan ini berjudul: "Dendam Dari Neraka Ke Tujuh" yang akan kita bahas dalam kesempatan kali ini. Karya ini tergolong dalam kategori  karya  tiga dimensional bila kita lihat dan amati dari segi bentuknya yang mendekati jenis karya  instalasi, walaupun masih dalam wilayah karya seni lukis yang pemajangannya masih dengan pola dengan cara digantungkan pada dinding tembok atau sebuah dinding. Mengenai  data selengkapnya dari karya ini adalah sebagai berikut.

Judul    : Dendam Dari Neraka Ke Tujuh
Ukuran : 222cm x 90cm
Bahan  : Mixed Media
Tahun   : 2001

Sumber dari gagasan terciptanya karya yang agak menyeramkan ini berangngkat dari ungkapan rasa yang sarat rasa dendam yang pasti sangatlah menggganggu atau bersifat  negatif, dan alangkah baiknya bila bisa dimunculkan dalam bentuk yang lebih positif dan berguna dalam  bentuk  karya seni. Karena saya berkeyakinan seni bukan penyebab suatu masalah, tetapi seni itu hadir sebagai  bentuk solusi dari masalah.

Apa saja bahan-bahan dari karya ini?
Ya seperti biiasa bahan-bahan yang saya gunakan pada karya lukisan ini hampir sama dengan karya-karya llain yang telah kita bahas pada halaman sebelumnya. Bahan atau material yang dipakai tetap mengacu pada pemaanfaatan benda atau barang bekas yang sudah tak terpakai kita kemas menjadi barang yang mempunyai status nilai baru, yaitu menjadi sebuah bentuk karya seni lukis. Seperti yang terlihat pada foto, pada bagian-bagian karya ini bisa kita meraba sepintas bahan atau material yang digunakan. Seperti papan kayu, kain kanvas, tali tambang, bekas dari suku cadang kendaran yang tak terpakai dan lain-lain.

Bagimana prosesnya?
Jadi pada awal kita merangkai semua elemen benda-benda yang sudah ada, dengan cara di paku ataupun dengan cara dibor dikasih baut biar lebih kuat menempel, ada juga dengan cara dilem. Tekstur dari campuran lem dengan serbuk kayu dan tekstur dari campuran lem dengan kertas dipakai untuk membentuk karakter permukaan karya, juga untuk menciptakan elemen seperti kuku,mata juga bentuk detail dari wujud objek. Setelah terbentuk barulah tahap pengecatan  dasar yaitu dengan warna putih pada bagian unsur yang mau kita terapkan warna.

Proses yang berikutnya baru pada sesi pewarnaan pada bagian-bagian objek lukisan biar semua benda atau unsur pendukung biasa selaras, dengan catatan saya tidak menghilangkan beberapa karakter asli dari bahan-bahan tersebut, seperti warna dari logam dan juga warana cata bawaannya. Kenapa seperti itu?... jawabannya: kita melukis menggunakan barang-barang bekas artinya bukan melukisi barang-barang bekas tersebut, sayang sekali apabila karakter aslinya hilang, jadi rugi dong kita menggunaan bahan pilihan dengan karakter khas dan istimewa dari masing-masing benda itu dihilangin, karena saya berpendapat kesuksesan dalam melukis dengan banyak karakter bahan atau disebut tehknik kolase yaitu di mana kita bisa dengan cerdas mengkombinasikan atau memadukan unsur yang berbeda dalam sebuah karya. Sebab semua-bahan dengan unsur yang majemuk akan berbicara banyak tentang jalan panjang tentang pencarian kita hingga bermuara pada kelahiran dari sebuah karya seni.

Untuk akhir dari uraian karya lukisan "Dendam Dari Neraka Ke Tujuh" ini saya berkesimpulan energi negatif bisa bisa kita ubah sepenuhnya  menjadi energi yang positif dengan cara menuangkannya ke media seni. Nah dengan demikian  cukup sampai di sini dulu ulasan karya dari blog Wayan Danu yang tentu akan hadir dalam memaparkan setiap karya yang menjadi koleksi dari blog ini, sampai ketemu pada karya yang  berikutnya, terima kasih atas kunjungannya  dan selamat berkarya.

Tabanan, 29 Juli 2019
Wayan Danu

Read More

IN THE NAME OF ART

Recent Post

    Labels

    Blog Archive

    Contact Form

    Name

    Email *

    Message *

    Copyright © Wayan Danu | Powered by Blogger

    Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com