personal blog tinjauan proses kreativitas berkarya seni lukis wayan danu

Tuesday, May 14, 2019

Hakikat Air



hakikat-air

Hai sahabat Wayan Danu, bagaimana kabarnya nih, semoga selalu pada sehat-sehat tentunya semoga tetap dalam lindunganNYA. Untuk kali ini kita akan memulai lagi dalam tinjauan karya yang berjudul "Hakikat Air", adalah sebuah karya dengan kategori lukisan tiga dimensional, yaitu sebuah karya seni lukis yang dengan tampilannya mempunya volume, agak berbededa dengan karya seni lukis yang konvensional yang telah kita ketahui ada umumnya. Pemilihan kalimat pendek "Hakikait Air" sebagai judul lukisan adalah berdasarkan sebuah renungan pad saat mengamati/mencermati bahan berupa lempengan papan kayu yang nantinya sebagai landasan pada karya ini. Seperti yang bisa kita lihat pada gambar  yang saya tampilkan di bawah ini.

Adapun Langkah-langkah nya sebegai berikut.

hakikat-air-dalam-proses
Sedang mengamati bentuk bahan
Berpikir tentang ide yang pas untuk menjadikan kayu yang saya pegang sebagai lukisan nantinya, memikirkan langkah-langkah selanjutnya dalam penerapan teknik yang sekiranya bisa untuk diwujudkan pada bahan kayu tersebut.

Dalam hal teknik pada lukisan ini mirip dengan teknik dengan karya kita bahas sebelumnya dan sesudahnya, yaitu teknik dengan pemanfaatan barang-barang bekas yang sudah tak terpakai. Dengan mencampur dari beberapa komponen yang yang punya nilai yang berbeda satu sama lain. Dengan menempelkan pada lempengan kayu sebagai pengganti kanvas seperti kita ketahui dari lukisan-lukisan pada umumnya yang bersifat konvensional.

Dalam sesi pewarnaan karya ini diawali dengan mengecat putih sebagai dasar dari cat dari warna yang berikutnya. Seperti biasa saya melukis lebih menyukai memakai cat dengan campuran air sebagai pengencer maupun untuk mencuci kuas yang dipakai, jadi cat jenis Akrilik merupakan cat andalan/kesukaan saya dalam melukis termasuk dalam karya ini juga memakai warna jenis Akrilik. Bahan-bahan yang tak perlu lagi dicat tetap dibiarkan utuh dengan karakter aslinya.

Adapun bahan-bahan yang mendukung seperti, serat logam yang biasa untuk mencuci perkakas di dapur saya gunakan untuk membuat daun pohon, kawat besi untuk tanduk rusa dan ular yang melilit pada pohon, papan bekas yang masih ada catnya menjadi gunung, tangkai kuas yang yang tak terpakai sebagai kaki rusa juga bahan-bahan lainnya  yang saya pakai untuk pesawat, dan matahari.

Kenapa "Hakikat Air" menjadi sebuah judul? dan apa pula yang mendasari kelahiran judul tema dari karya ini? Berawal dari bermemori atau mengenang masa kecil baru belajar mengenal pelajaran dasar melukis saat kebetulan mmelihat lukisan dari anak saya di buku gambarnya, rasa keriduan akan masa kecil timbul, terkesan coretan yang jujur, bentuk sederhana dan begitu murninya pikiran waktu itu. Biasanya paling umum saat selalu ingin menggambar pemandangan alam, dengan komponen gunung sebagai latar belakang, biasannya ada sungai, matahari terbit di sela-sela gunung, binatang bahkan ada pesawat terbang yang kadang terselip pada bagian langitnya.

Dari pemikiran itulah dasar pijakan karya ini muncul, air adalah satu dari beberapa sumber penting dari kehidupan semua mahkluk hidup di bumi ini. Tanpa adanya air kehidupan akan pasti musnah sama sekali, sebegitu besar pengaruh air bagi kehidupan bagi semu penghuni bumi. Dalam adegan tergambar pada lukisan ini  tampak wujud binatang anjing dan rusa lagi kehausan berjalan mendekati pinggiran sungai untuk minum air. Maka dalam pemikiran tentang hal-hal tersebut kata air sangat cocok untuk saya jadikan sebuah judul, di bawah ini saya hadirkan data karya ini antara lain:

Judul      : Hakikat Air
Ukuran  : 67cm x 37cm
Bahan    : Mixed Media 
Tahun    : 2015

Jadi seperti itulah pemaparan yang biisa saya sampaikan  pada lukisan di atas, mengenai proses maupun dalam segi  pemikiran yang mendasari terbentuknya sebuah karya ini. Walupun ada rasa ambigu dalam menyebut/menggolongkan karya jenis dalam seni lukis, ini dikarenakan dimensinya yang tidak lazim seperti halnya lukisan pada umumnya. Saya dalam hal ini berpatokan dengan skill atau keahlian saya dalam melukis tentulah akan menyebutnya sebagai lukisan yang tiga dimensional.

Maka dengan ini sebagai penutup ulasan  tak lupa saya ucapkan terima kasih atas apresiasinya dalam membaca tulisan  yang sederhana ini, semoga bisa bermaanfaat dan selamat berkarya tentunya.

Tabanan, 14 Mei 2019
Wayan Danu

Related Posts

''......aku hanyalah seorang kuli seni rupa, yang mendapati diriku telah terdampar di sini, karena doyan googling untuk mencari jawaban atas nama penasaran"

1 comment:

  1. Padahal melukis itu karya yg sangat luar biasa menurut saya...tpi sayangnya d Indonesia kebanyakan memandang sebelah mata dengan karya ini mas

    ReplyDelete

IN THE NAME OF ART

Recent Post

    Labels

    Blog Archive

    Contact Form

    Name

    Email *

    Message *

    Copyright © Wayan Danu | Powered by Blogger

    Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com